Monday, July 11, 2011

Jujur itu SALAH !

Loh, emang salah ya menjadi orang jujur? Bukankah jaman sekarang ini sudah langka orang jujur? Kok jadi salah? Aneh2 neh. Ya mungkin saya rasa itu adalah pikiran di benak anda. Namun, saya menyalahkannya … untuk sekarang, esok,…mungkin saya membenarkan. Plin-plan kah saya? Jika itu untuk memuaskan anda, anggap saja iya, jika tidak, teruskan membacanya, ehehehehe
Saat kita masih kanak2, sering kita dinasihatin, bohong itu tidak baik, bohong itu dosa. Namun, sekarang ini, jujur itu tidak baik, jujur itu bunuh diri, jujur itu membunuh teman anda sendiri. Mungkin kita masih ingat atau tahu atau bahkan tidak tahu sama sekali, kasus yang menimpa salah satu siswa di salah satu kota Jawa Timur yang menceritakan (baca = melaporkan kepada pihak yang berwenang) secara apa adanya (baca = polos) tentang contekan masal saat Ujian Nasional. Saya bukan ingin membahas kasus itu, anggap saja itu salah satu contohnya saja. Pernah juga terjadi suatu kasus perkosaan di salah satu kampung (tapi bukan kampung saya, gak pernah keluar rumah seh, sibuk cari wangsit di kamar, wakakaka). Sang gadis yang dah kehilangan mahkota paling berharga untuk diberikan kepada suaminya kelak sebagai bukti tingginya harga yang harus dibayar sang laki2 yang ingin menjadi suaminya kelak, ternyata tidak ingin menceritakan apa yang terjadi kepadanya, dia tidak mau mengungkapkan laki2 yang hidupnya lebih rendah daripada hewan pengerat yang sering mengganggu rumah dan sawah petani2 di kampungnya. Dia beralasan, malu, takut, diancam, menjatuhkan martabat keluarga, dan lain2 yang sulit saya sebutkan karena saya sudah kehabisan contoh2nya. Lalu, dimana sebenarnya letak kesalahan jujur itu sendiri? Jamannya! Tentunya anda tidak buta dan tidak tuli atas apa yang terjadi di negara kita ini. Apakah anda sendiri sudah jujur kepada diri anda sendiri? Jika anda masih studi, apakah anda pernah jujur kepada orang tua alias orang yang memberikan anda uang untuk digunakan kebutuhan anda? Misalkan, untuk apa saja waktu anda, untuk apa saja uang yang telah diberikan, kemana saja anda selama studi. Apakah orang tua anda mahfum dengan kebohongan anda? Jika anda yang sudah berkeluarga (walo saya sendiri juga belum seh, ada yang mau mau mau ???), apakah anda jujur kepada pasangan anda saat anda melihat seseorang dan ternyata anda menyukainya walopun hanya sepersekian detik? Kenapa saya tahu, bukannya saya belum berkeluarga? Kan teman saya ada yang sudah berkeluarga, mereka juga memberikan tips2 untuk hebat di ranjang, biar klo tidur tidak sampe mendengkur, diantaranya, posisi kepala itu setidak2nya harus lebih tinggi dibandingkan leher.
Pergunakan logic anda, selamatkan diri anda walo anda terpaksa membunuh nurani anda sendiri untuk berbohong. Jujur itu bagus, sangat bagus malahan, namun di jaman sekarang, di negara ini, I think you should rethinking again. Ampe belepotan gini ngomong inggris.

No comments:

Post a Comment